MALAM RAMAH TAMAH BERSAMA TOKOH PENDIRI KABUPATEN ROKAN HILIR Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hilir
Bagansiapiapi, 4 Oktober 2026 – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir menggelar "Malam Ramah Tamah Bersama Tokoh Pendiri Kabupaten Rokan Hilir" di Bagansiapiapi, Sabtu (4/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hilir.
Acara ini menjadi momentum untuk mengenang sejarah, menghormati perjuangan, dan menyampaikan terima kasih kepada para tokoh pendiri yang berjasa atas lahirnya Kabupaten Rokan Hilir pada 4 Oktober 1999.
Bupati Rokan Hilir H. Bistamam dalam sambutannya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pejuang pemekaran. Hadir dalam acara tersebut Plt Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli, Ketua TP PKK, unsur Forkopimda Rokan Hilir, Dandim, Kajari, Sekda, Ketua MKA LAMR Kabupaten Rokan Hilir, serta Forum Silaturahmi Pendiri Kabupaten Rokan Hilir yang dipimpin H. Azhar, S.E., M.Si.
Tampak hadir pula tokoh pendiri H. Surya Arfan, H. Lukman, Ketua Baznas Kabupaten Rokan Hilir, Kemenag, para Asisten, Kepala OPD, pimpinan instansi vertikal, pimpinan bank, camat, lurah, ketua suku, tokoh masyarakat, alim ulama, tokoh pemuda, ormas, dan insan pers.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Rokan Hilir menyerahkan cenderamata kepada para tokoh pendiri, di antaranya H. Surya Arfan, H. Azhar, dan H. Lukman fas. Bupati Bistamam menegaskan bahwa Kabupaten Rokan Hilir yang ada saat ini dibangun melalui perjuangan panjang, pemikiran, tenaga, pengorbanan, serta semangat kebersamaan para pendahulu.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tokoh pendiri dan para pejuang pemekaran,” ujar Bupati.
Memasuki usia ke-27 tahun, Rokan Hilir mengusung tema "Maju, Berbudaya, dan Berkelanjutan". Bupati menjelaskan, maju berarti terus mengembangkan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat perekonomian masyarakat, dan membuka peluang lebih luas bagi generasi muda.
Sementara berbudaya menegaskan bahwa kemajuan tidak boleh menghilangkan jati diri. Nilai-nilai Melayu, adat istiadat, budaya, dan agama harus tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Adapun berkelanjutan bermakna pembangunan hari ini harus memberi manfaat jangka panjang, menjaga lingkungan, mengelola sumber daya dengan bijaksana, dan memastikan pembangunan dapat berlangsung secara berkesinambungan.
“Jika para pendiri berjuang membentuk Kabupaten Rokan Hilir, maka tugas kita sekarang adalah membangun dan memajukannya,” tegas Bistamam.
Ajak Tokoh Pendiri Terus Bersinergi
Bupati juga menyadari bahwa membangun daerah tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Ia mengharapkan dukungan, pemikiran, nasihat, pengalaman, dan doa dari para tokoh pendiri serta sesepuh daerah.
“Kami berharap para tokoh pendiri terus menjadi sumber inspirasi, tempat kami belajar, dan bagian penting dalam perjalanan pembangunan Rokan Hilir ke depan,” Semakin maju
Momentum usia 27 tahun ini, lanjut Bupati, diharapkan menjadi penguat persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya di Kabupaten Rokan Hilir.
Acara malam ramah tamah berlangsung khidmat dan penuh keakraban, menjadi refleksi perjalanan 27 tahun Rokan Hilir sekaligus menatap masa depan daerah yang lebih baik.
Joko
Komentar Anda :