Roadshow Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi, Antusias Pemprov Riau Bersama Pelajar Sekolah Dan Masyarakat
Jumat, 22-09-2023 - 15:45:06 WIB
Baca juga:
   
 

Mediasindonews.com | Pekanbaru – Kehadiran Roadshow Bus KPK RI 2023 Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi di Kota Pekanbaru disambut antusias oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama pelajar sekolah dan masyarakat, Jumat (22/9/2023).

"Program 'Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi' adalah salah satu cara KPK dalam meningkatkan kewaspadaaan dan nilai integritas bagi seluruh lapisan masyarakat. Bus Antikorupsi ini menjadi Ikon upaya pendidikan antikorupsi yang telah mengunjungi puluhan kota dan kabupaten di pulau Jawa, Bali dan Sumatera," kata Satgas I Direktorat sosialisasi dan kampanye Antikorupsi, Yulianto Sapto Prasetyo usai acara penyambutan kedatangan Tim Roadshow Bus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dihalaman kantor Gunernur Riau.

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan kegitan Roadshow Bus KPK RI kegiatan di Sumatera  tahun 2022  diawali dari  provinsi Lampung dan Sumatera Selatan tahun 2022,kemudian berlanjut ditahun 2023 ini mengunjungi Bengkulu, Jambi, Riau, Sumatera Barat dan akan berakhir di  Banda Aceh,

Kegiatan Roadshow Bus KPK merupakan salah satu bentuk kolaborasi dengan berbagai mitra termasuk Pemerintah Daerah yang telah bersedia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Roadshow Bus KPK.

Anggaran kegiatan roadshow bus KPK merupakan sharing cost antara KPK dengan Pemerintah daerah, kita saling mengisi, kira – kira mana yang  berkontribusi dan berkolaborasi jadi ada beberapa anggaran dari KPK dan ada juga anggaran dari pemerintah daerah

"Kegiatan roadshow ini akan digelar di areal Car Free Daya (CFD) di Pekanbaru dari tanggal 24 hingga 27 Sepetember 2023," terang Yulianto.

Pada roadshow ini,KPK punya program ingin bersentuhan langsung dengan masyarakat contohnya nanti ada edukasi pelajar,mulai dari PAUD,TK,SD dan SMA kita punya media – media edukasi buat memberikan modal mereka (pelajar) dimasa depan dengan cara mendongeng kita edukasi bersama penyuluhan antikorupsi dari KPK.

"Dalam penyuluhan antikorupsi KPK  akan mengedukasi  kurang lebih sekitar  dua ribu pelajar akan kita sentuh," tuturnya.

Tidak hanya itu, sambung Yulianto mengingat kita akan memasuki tahun politik menuju Pemilu serentak tahun 2024, bus ini juga mengajak warga untuk menolak segala bentuk politik uang.

Untuk itu maka perlu ada pendidikan bagi masyarakat untuk memperhatikan integritas dan kejujuran terutama terhadap bahaya politik uang,menurut Yulianto, praktik politik uang adalah salah satu lingkungan yang membudaya dan akhirnya dianggap lumrah oleh masyarakat.

"Bagaimana kita menolak politik uang,KPK punya program Hajar Serangan Fajar, rencananya program hajar serangan fajar ini akan kami terapkan di arel Car Free Day nanti, kita berupaya untuk merubah mindset masyarakat tidak menerima uangnya dan tidak.memilih orangnya," ungkap Yulianto.

Selain itu untuk kegiatan Roadshiow tersebut, Yulianto mengungkapkan kebetulan KPK ada program kampanye yang kita dorong selain kampanye antikorupsi yaitu literasi melalui ruang digital.

Literasi digital ini  menggunakan aplikasi sudah rapi miliki KPK untuk mengndukasi pada masyarakat bagaimana  cara menggunakan aplikasi e-LHKPN tersebut.

"Seperti contoh  mahasiswa dapat melihat bagaimana caranya mengakses harta kekayaan penyelenggara Negara,misalnya ingin mengecek harta kekayan kepala daerah melalui aplikasi e-LHKPN,lalu bagaimana cara penggunaan aplikasi tersebut nanti akan kami ajari," jelasnya.

Sedangkan untuk  ASN kita bisa dorong untuk bagaimana cara melapor gratifikasi secara online ,nah ini ada aplikasinya nanti  akan diajari oleh teman-teman KPK dengan vaksi.

"Kemudian ada Survei Penilaian Integritas (SPI) melakukan indikator titik-titik rawan korupsi yang ada di pemerintah daerah  ada 8 indikator, bagaimana masyarakat melihat pengadaan barang dan jasa, bagaimana kemungkinan ada potensi terjadinya suap gratifikasi dan lain-lain disitu angkanya," imbuhnya.

Jika kita ingin melihat potensi terjadinya nepotisme yang dilakukan kepala daerah, coba kita dapat membuka aplikasi namanya Jaringan Pencegahan Korupsi Indonesia (JAGA.ID) buka jendela pencegahan bisa dessert aja.

"Akan terlihat di aplikasi tersebut data per provinsi misalnya kita ingin mencari data provinsi Riau,di aplikasi jendela pencegahan akan nampak peta Indonesia,lalu cukup ketik aja Riau, nanti akan keluar data – datanya,berapa persen indikator  kemungkinan terjadinya nepotismenya,apakah ada potensi kekerabatan dalam manajemen SDM semua akan terlihat di aplikasi tersebut," papar Yulianto.




 
Berita Lainnya :
  • Pembukaan Pacu Jalur Kuansing 2024, Seluruh Pejabat Tinggi Diarak Dengan Perahu Baganduang
  • Pak Mentrans Tolong kami, Konflik lahan HPL Transmigrasi 1500 H dengan PT. Jatim Jaya Perkasa tuntas Tahun 2026
  • Sosialisasi KUHP Baru: Mabuk di Tempat Umum yang Mengganggu Ketertiban Dapat Didenda Rp 10 Juta
  • Geng Motor Mersahkan Masyarakat diTangkap Polresta Pekanbaru Riau
  • Banjir Merendam Jalan Sudirman Ujung Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    1 Pembukaan Pacu Jalur Kuansing 2024, Seluruh Pejabat Tinggi Diarak Dengan Perahu Baganduang
    Rabu, 21-08-3024 - 18:56 WIB
    2 Pak Mentrans Tolong kami, Konflik lahan HPL Transmigrasi 1500 H dengan PT. Jatim Jaya Perkasa tuntas Tahun 2026
    Senin, 12-01-2026 - 08:39 WIB
    3 Sosialisasi KUHP Baru: Mabuk di Tempat Umum yang Mengganggu Ketertiban Dapat Didenda Rp 10 Juta
    Sabtu, 10-01-2026 - 18:37 WIB
    4 Geng Motor Mersahkan Masyarakat diTangkap Polresta Pekanbaru Riau
    Sabtu, 10-01-2026 - 18:34 WIB
    5 Banjir Merendam Jalan Sudirman Ujung Pekanbaru
    Sabtu, 10-01-2026 - 18:33 WIB
    6 Mengusut Akar Korupsi di Balik Hancurnya Kebun Karet Pemda Kuansing
    Sabtu, 10-01-2026 - 18:30 WIB
    7 Pemprov Riau Buka Seleksi Terbuka untuk 69 Jabatan Kepala Sekolah SMA/SMK
    Sabtu, 10-01-2026 - 18:26 WIB
    8 Walikota Pekanbaru Dikabarkan Rombak Pejabat Eselon III dan IV Hari Ini
    Sabtu, 10-01-2026 - 18:23 WIB
    9 Pemprov Riau Segera Bentuk Pansel Baru untuk Seleksi Ulang Komisaris, Dirut dan Direksi BRK Syariah
    Rabu, 07-01-2026 - 20:41 WIB
    10 Libatkan Kemendagri, Penetapan APBD Pekanbaru Tahun 2026 Direncanakan Besok
    Rabu, 07-01-2026 - 20:40 WIB
    11 Plt Gubri Bakal Lantik 15 Pejabat Eselon II Pekan Depan
    Rabu, 07-01-2026 - 20:38 WIB
    12 SPPD dan Sosper Fiktif Diduga Masih Terjadi di Sekretariat DPRD Riau Pada Tahun 2025
    Rabu, 07-01-2026 - 20:36 WIB
    13 Kalapas Bagansiapiapi Beri Pengarahan WBP, Tekankan Disiplin, Keamanan, dan Kesehatan
    Senin, 05-01-2026 - 21:21 WIB
    14 Pengarahan Awal Tahun 2026, Kalapas Bagansiapiapi Tegaskan WBP Agar Patuhi Peraturan 
    Senin, 05-01-2026 - 21:18 WIB
    15 Perusahaan Pers Tidak Wajib Terdaftar di Dewan Pers dan Wartawan Tidak Diwajibkan UKW, Namun Profesionalisme Tetap Berlandaskan UU Pers
    Senin, 05-01-2026 - 21:14 WIB
    16 Plt Gubernur Riau Bongkar Borok BUMD: Struktur Gemuk, Kinerja Mandek, PAD Merosot
    Minggu, 04-01-2026 - 21:31 WIB
    17 Kontrak Senyap Rp Triliunan? Pemprov Riau Tak Tahu, Aryaduta Sudah Dikunci Lippo
    Minggu, 04-01-2026 - 21:27 WIB
    18 Empat Tersangka Perambahan Kawasan TAHURA OKH Di Kab. Tanjabtin,  Provinsi Jambi Siap Didangkak
    Minggu, 04-01-2026 - 21:25 WIB
    19 RMRB Bersilaturahmi Dengan LAMR Riau, Ketum DPP Akel , Mari Bersama Jaga Marwah Riau
    Kamis, 01-01-2026 - 11:37 WIB
    20 Bomen : Negara dan Lembaga Publik tidak Punya Kewenangan Menentukan “Kelayakan Wartawan
    Kamis, 01-01-2026 - 11:30 WIB
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © mediasindonews.com